Jumat, 30 September 2011

Rosgana Juara 1 Turnamen Nasional Bumerang Indonesia


Subang, - Kabupaten Subang kembali mendapatkan prestasi juara. Tetapi kali ini kemenangan diraih dalam Turnamen Nasional Bumerang Indonesia (TUNASBUMI) sebagai Juara Pertama di kategori Endurance dengan hasil 100%. Turnamen ini diselenggarakan pada 24 – 25 September 2011 lalu di Lapang Universitas Brawijaya (Unibraw) Kota Malang Jawa Timur. Pada Turnamen tersebut Oke Rosgana berhasil mengalahkan jawara-jawara bumerang diantaranya dari daerah Makasar, Bali, Semarang, Jogyakarta dan Bandung. .

Menyikapi kemenangannya, Oke menjelaskan bahwa permainan bumerang sangat dipengaruhi oleh faktor angin dan kondisi fisik selain bentuk, ukuran dan berat bumerang itu sendiri. “Kebetulan saja ketika saya tampil suasananya mendukung banget. Merekalah yang sebenarnya jawara,” ujar Oke merendah ketika ditemui di Lapang Bintang disela-sela latihan bumerang, Selasa sore(27/09/2011).

Diakui oleh Oke dirinya merasa bangga bisa mengikuti turnamen bumerang tingkat nasional. Apalagi sampai bisa menyabet sebagai juara pertama dalam kategori yang cukup menantang. Dalam kategori Endurance pemain melakukan lemparan waktu 2 menit dan ditangkap kembali. Oke berhasil melakukan lemparan sebanyak 13 kali dengan hasil tangkapan 100% alias sempurna.

Pada Tunas Bumi sedianya akan diselenggarakan 3 kategori yaitu Endurance, Accuracy dan Aussie Round. Namun karena waktu terbatas, hanya memperlombakan 2 kategori yaitu Endurance dan Accuracy. Untuk kateogori Accuracy diraih oleh Listyo Bramantyo dari Jogjakarta.

*TerimaKasih untuk kamg Teddy widara atas liputan ini :)

Yo-Flozz tali Yo-Yo buatan Indonesia


Yo-Yo string dari Yo-Flozz suah memikat mata saat melihatnya dengan tampilan warna Orange dan Green Neon. Dua warna yang mudah terlihat saat Yo-Yo dimainkan dan merupakan pilihan warna favorit para Yo-Yoers.

Pemilihan Warna tersebut memungkinkan Si Pemain, penonton dan Juri (jika dalam sbuah pertandingan) mudah Melihatnya, begitu juga jika kita mengambil gambar dengan video maupun foto... Apa lagi jika didukung pakaian dari pemain dan latar belakang yang berwarna gelap.

Namun yang terpenting dari tali Yo-Yo (Yo-Yo String) adalah bahan, yang akan mempengaruhi karakteristik tali Yo-Yo.
Bahan yang digunakan untuk Yo-Flozz yaitu polyester, meski dalam kemasannya di tulis Polyester 100%, karakteristik tali Poly -sebutan polyester- dari Yo-Flozz sangat nyaman, tidak licin dan tidak kaku, sehingga sangat mudah memainkan Trik-trik Tali Yo-Yo. Berbeda dengan tali Polyester pada umumnya yang terkesan licin dan kaku. Bahkan ada kalanya Tali Yo-Yo Polyester tiba2 terlepas dari jari pemain, krena licin dan sangat kaku. Namun bagi Yo-Flozz, kejadian seperti itu tak perlu dikhawatirkan.

Jumlah lilitan atau keregangan lilitan sangat mempengaruhi keluwesan tali, dan Yo-Flozz memiliki ketegangan yang cocok, menghasilkan berat dan kelenturan yang pasti disukai oleh para pemain Yo-Yo.

Berat tali dihasilkan dari jumlah lilitan, jumlah tali dan bahan yang digunakan. Polyester pada Yo-Flozz memiliki berat yang ideal (terutama utk Yo-Yo berbahan Metal atau Plastik diatas 63gr dgn. Sistem respon berjenis karet silicon)sehingga para Yo-Yoers akan mudah memainkan trik-trik 'Ayunan tali' (slack)... Dan Trik lecutan.

Setelah memainkan Yo-Flozz beberapa saat, masa pakai nya lebih panjang dibanding tali slick atau cotton, hal ini karena bahan polyester tidak mudah menyerap air atau keringat dan membuat tali lebih bisa tahan digunakan dalam waktu yang agak lama. Jagalah kebersihan tangan agar tali lebih awet disaat memainkan Yo-Yo.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah respon system, (bahan yang digunakan untuk membuat Yo-Yo kembali).... Bahan Polyester akan lebih cepat mengikis bagian silicon sebagai respon system dibanding tali berbahan Slick (campuran) atau cotton. Jadi tali Yo-Flozz mungkin akan mengikis bagian silicon lebih cepat dan anda hanya perlu rajin memeriksa sistem respon secara berkala.

Have a nice Throwing
Salam Yo
Ros

Kamis, 15 September 2011

Enola Boomerang



Ini Video Enola yang di shooting sama Buce Bakti Firmanto dan saya yang edit...
produksi bulan September 2011
di subang
West java
Indonesia

Rabu, 07 September 2011

Trilight Boomerang

Trilight boomerang is awesome for beginner - expert thrower
this made by Tacoo sheet, the maker Listyo Bramantyo from Jogjakarta - Indonesia is also the founder of Tacoo sheet as a boomerang material.
almost unbreakable, nice material for tunning.
this video shoot on September 2011 in Subang, West java, Indonesia.

painted SIRIUS boomerang

I just painted my Sirius Boomerang by Gunther
This Rang is available at www.theboomerangman.com
that also availablePlastic version called Pegasus...
go get it!!

Minggu, 04 September 2011

Buce Fall and Rangs Hit Me



Buce is my friend who learn Throwing boomerang since 2weeks (when I make this video) ago. He learn very fast and in this video, he throw my Trionyx by LMI-Fox Boomerangs. I did as a cameraman. He work looking fantastic when trying to catch Trionyx and fall to the ground... in the 2nd throw, accidentally the rangs Hit me as cameraman. Nice BUCE!!!!

Rabu, 27 Juli 2011

artikel dari Kompas.com

Oke Rosgana menunjukkan koleksi bumerang andalannya.

SUBANG, KOMPAS.com — Setelah sukses menularkan hobi yoyo, Oke Rosgana (36) tengah berupaya menghidupkan hobi bumerang. Bagi Oke, kegemaran melempar bumerang telah menjadi hobi yang sulit ditinggalkannya.

Agar hobi bumerang ini menular lebih luas, pria kelahiran 20 Oktober tersebut berinovasi membuat bumerang yang bisa dimainkan di tempat yang tidak luas, bahkan di dalam ruangan sekalipun.

Lahirlah tipe skyplast (4 blade/sayap) dengan radius lintasan 1-2 meter dan type triplast (3 blade) dengan radius lintasan lebih jauh, 2-3 meter. Bahan yang dipergunakan adalah plastik sheet sehingga jika dimainkan anak-anak di dalam rumah tidak membahayakan barang-barang yang ada di dalam.

Kegemarannya dengan bumerang, kata Oke, berawal saat tahun 1997 ia diberi cendera mata bumerang oleh tetangganya yang pulang dari Australia. Kemudian dibuat tiruannya berbahan triplek.

Awalnya, ia hanya mengoleksi tiga bumerang, di antaranya hasil disain atlet bumerang AS, Jim Mayfield, jenis yanaki dari Colorado. Koleksi lainnya jenis triblade berbahan carbon dan yang strip laminated bernama outback 2.

Kini ia sudah mulai memproduksinya sendiri. Oke menjelaskan, teknik pembuatan bumerang membutuhkan pemahaman terhadap rumus dalam menentukan panjang dan bentuk sayap serta ketebalan bahan. "Khususnya ketebalan akan memengaruhi bentuk dan ukuran bumerang itu," katanya di Lapang Bintang, Subang, akhir pekan lalu.

Ada pula pembuatan natural elbow yang bentuknya alami, misalnya dari cabang pohon yang diolah menjadi bumerang. "Keunggulan bahan (campuran taco dan resin) ini lebih memberikan efek berat dan lentur," katanya lagi.

Oke pun mengundang para penggemar bumerang untuk bergabung dengan Indonesian Sport Bumerang Association (Inasba). Menurut Oke, direncanakan seusai Idul Fitri, atau sekitar Oktober, akan digelar eksibisi tingkat nasional di Subang.

Kelas pertandingan yang akan dilombakan adalah Aussie round, Doubling (sekali lempar dua), Jugling (dua atau lebih dilempar berkesinambungan untuk ditangkap secara tepat), Maximum Time Aloft (MTA), Longdistance (bumerang dengan radius lintasan yang panjang), dan Fastcatch (kecepatan menangkap dengan lima kali lemparan dalam waku tercepat dalam jarak lintasan minimal 20 meter).

Selasa, 12 Juli 2011

artikel Kidnesia


Syuut, yoyo dilempar ke segala arah. Wow, jadi bentuk sarang laba-laba!

Jari-jemari si Yo-Yo Man ini begitu lihai melempar mainan kecil bertali panjang. Benda bulat itu diayunkan ke segala arah dengan luwes.




Iih, Kak Oke lihai bermain dengan yoyo. Ayo, kalian mau minta bentuk apa? Kak Oke siap memainnkannya.

Syuuut, yoyo terlempar sambil diiringi musik bernada agak cepat. Jadilah yoyo seperti jaring laba-laba.

Itulah kehebatan Kak Oke Rosgana , sang Yo-Yo Man Indonesia.

Sejak kecil, ia memang suka dengan mainan-mainan anak.

Baru sejak usia 25 tahun, tepatnya di tahun 2000, ia mulai serius belajar yoyo. Ketertarikannya ini juga berawal dari hobi membuat desain untuk permainan yoyo.

Berkat keberhasilannya itu, lulusan seni rupa dan desain Institut Teknologi Bandung ini dipercaya mendesain yoyo untuk sebuah perusahaan di Amerika Serikat.

Sang Yo-Yo Man ini juga belajar dari juara kompetisi yoyo sedunia, Yohanes van Elzen dari Amerika Serikat (AS), yang pernah datang ke Indonesia untuk mempromosikan yoyo tipe high end .

Teknik bermainnya benar-benar membuat Kak Oke kagum. Misalnya saja, ada teknik string tricks , memainkan yoyo saat berputar di salah satu ujung tali. Ada lagi, double looping , trik memainkan dua yoyo sekaligus pada kedua tangan.

Wah, wah, teknik itu tentu rumit karena otak kiri maupun kanan dimanfaatkan betul. Kalau teknik off string , tali tidak terikat. Yoyo dimainkan di tengah-tengah tali yang dikendalikan oleh kedua tangan.

Sekarang, Kak Oke pun mampu memainkannya dengan mahir.

Pawai Yoyo di Sudan

Sebuah pengalaman yang tak pernah dilupakan Kak Oke, yaitu ia berpawai yoyo di negeri Sudan, Afrika. Masyarakat di sana pun menyambutnya seperti seorang artis beken.

"Yoyo man! Indonesia!" begitulah kata-kata anak-anak di Sudan yang sempat diingat oleh Kak Oke sewaktu pawai di Sudan.

Kak Oke sedang membentuk yoyo menjadi sebuah menara Tokyo! Hebat!

Kedatangannya ke negeri itu, Juni 2007, karena undangan dari sebuah perusahaan susu terkenal di Sudan.

Perusahaan itu ingin Kak Oke mengakrabkan anak-anak terhadap permainan yoyo ke sejumlah kota.

Selama pertunjukan keliling, Kak Oke bermain yoyo di atas truk besar yang diubah menjadi panggung.

"Benar-benar berkesan waktu pawai ke Sudan itu. Saya bangga, sebagai wakil dari Indonesia, bisa mengenalkan yoyo di tingkat dunia," cerita Kak Oke sewaktu ditemui Nesi di acara Aku dan Mainanku yang berlangsung di Mal Ciputra, Jakarta.

Bermain yoyo tak hanya sekedar untuk hiburan, lho. Menurut Kak Oke, permainan ini juga melatih kita berpikir dan baik untuk kecerdasan.

Bahkan, menurutnya, seseorang yang pandai bermain yoyo itu tandanya, dia sudah dewasa dan tumbuh menjadi seorang remaja yang pintar.

Kalau begitu, kita ikuti jejak Kak Oke, bermain yoyo! Siapa mau ikutan? (Annisa/Kidnesia/Foto: Riomanadona)

Rabu, 23 Februari 2011



Setelah beberapa hari dapet kiriman di akhir tahun 2010 dari China
isinya langsung di fotoin, menggunakan kamera HP BB Jave... sebelum crash...
Heli V450D01
adalah heli 450 size dengan Radio WK-2801 Pro *channel.

Heli Flybarless ini, sudah dilengkapi dengan metal gear servo, meski masih kelas low end, karena servo mudah rusak.

stock main blade sudah terbuat dari carbon fiber. dan siap melakukan terbang 3D.

regards
Rosgana

Kisah MARK ZUCKERBERG diangkat kedalam Komik


diambil dari Kompas.com

PALO ALTO, KOMPAS.com — Kehidupan pendiri dan CEO Facebook yang fenomenal, Mark Zuckerberg, tidak hanya menarik dijadikan novel dan film. Penerbit Bluewater Productions dari Kanada pun tertarik menuangkan kisahnya ke dalam komik.

"Mark Zuckerberg adalah miliarder termuda di Bumi dan menciptakan sesuatu yang punya pengaruh besar di dunia. Tentu saja semua orang sudah tahu banyak tentang dia. Sangat menakjubkan," kata Jerome Maida, penulis naskah komik tersebut, Rabu (23/2/2011). Ilustrasi komik berukuran besar dengan 48 halaman itu dibuat oleh Sal Field.

Komik akan dijual dengan harga 6,99 dollar AS dan mulai tersedia di toko buku hari ini. Komik ini melengkapi dokumentasi kisah Mark Zuckerberg yang sebelumnya telah divisualkan dalam film The Social Network yang diangkat dari novel. Bahkan, produser film Hayden 5 sudah tertarik membuat film animasinya berdasarkan skrip komik tersebut.

watercolor






WaterColor on paper
A4 Size
Production: 2010
Artist : Oke Rosgana
rosgana(at)yahoo(dot)com

SOLD OUT To: United Kingdom

Senin, 07 Februari 2011

Transmitter 2801 from Walkera

menyukai Radio WK 2801 dari Walkera
8ch, komeksi langsung ke setiap receiver dari Walkera, menyimpan 8 data baik heli maupun pesawat.

Hasya 'inframe' video shoot

saat bikin video EP copter... anakku Hasya yang saat itu berumur 3 tahun, ikut grecokin masuk ke frame... seneng aja setelah rekamannya diliat lagi.

Rabu, 02 Februari 2011

UFLY Video

coba bikin short clip buat UFLY, yang diambil pada hari Minggu 30 Januari 2011

semoga suka...
terima kasih banyak buat Om Yagee!!!



salam
Rosgana

Minggu, 30 Januari 2011

pertama kali terbang terbalik

Minggu 30 januari 2011

Dipagi hari yang cerah, coba bikin video Ufly dan V400D02
karena Rudy, temen ku datang untuk bantu ngeshoot,
penerbangan pertama dengan Ufly dilakukan di halaman Rumah, untuk V400D02, tadinya berencana untuk terbang di FOR, karena disana penuh sesak orang-orang yang jalan di Minggu pagi, jadinya terbang di alun-alun (Subang-Jawa Barat).

Tiba-tiba ada keberanian untuk terbang terbalik... ini merupakan kali pertama buat saya dan Rudy berhasil mendokumentasikannya... saat penerbangan ini, saya melakukan 2kali terbang terbalik dengan heli 6Ch V400D02
di tutup dengan trik Yo-Yo yang sangat singkat menggunakan R94 Yo-Yo>

bikin gemeteran, memicu andrenalin dan seneng luar biasa karena gak percaya!

berikut Videonya:


Terima Kasih banyak!!!

Kamis, 27 Januari 2011

my Walkera V400D02 Video


After I did a crashed this baby... I try to re-built and finally work well,
I changed some parts:
3 Servos
Landing skid
main frame fixing set
Tail-holder motor
tail Gear and main Gear
Tail Boom
Stabilizer holder
that was spent me about 100 bucks...

and before this crash again (I don't hope so) i just make a short clip about this Flybarless Helicopter from Walkera.

Nice from Indonesia!
+Ros

Senin, 24 Januari 2011

R94 Review by Yoyoskills.com

Product Review - The R94 by Oke Rosgana - RosYo



I am sure that many kids reading the article don’t know who Oke Rosgana is, which is a real shame if you ask me. Oke was persuaded to perform in 2000 by YoHans himself which lead to tours and a 2001 Indonesian National Championship. He created the artwork on many yo-yo products yoyoers see every day. He won first place on the TV show “30 Seconds of Fame” leading to him touring the Sudan as a corporate demonstrator. Oke is so popular in his home country, back in 2008 FHM magazine (Indonesia) declared him the “The Sexiest Yo-Yoer” and gave Oke a three page interview spread. Oke is also the player behind the Werrd RozzoR and now, the fantastic Mr. Rosgana has released his own yo-yo under his new brand, RosYo. Oke contacted me about a review of the R94 and this week, I was ready to see what Oke brought to the high end metal market.

First Impressions:


The R94 came in a nice lined blue box. There are no logos or writing on the box, but that is not a huge deal when dealing with a high end import. The green and purple halves are bright and consistent. There is a small RosYo.com logo on the inner rim of the green half, and in the cup is large “R” to the 94th power. The purple half is free from any laser engraving or logo. It is a very clean look. Obviously I am smitten by the colorway. Green and purple are my stage colors and with a bright surface like this, the yo-yo would be very visible from across the room. Overall, the presentation and first impression of this yo-yo is great. It has a strong look, a bold traditional line shape, and a bright colorway.

Comfort and Tech:

Specifications:
Weight: 65g
Response: silicone pad
Gap: 4.2mm approx
Width: 42mm
Diameter: 51.8mm
Colour Green-Purple
Bearing: Size C stainless steel
The specs on the RosYo R94 seemed to call out to me. I have always been a fan of the middle-of-the-line throws like the Peak and the specs of the R94 are actually pretty close. The 42mm width lays your fingers completely in the catch zone. The 51.8 mm diameter fits the hand nicely. The outer rim curves into the gap and then turns sharply at the response area. At first, I thought the response wall was flat, but upon closer examination I discovered that the flat wall actually slants upwards to the response groove. This takes the already massive 4.2mm gap and makes it even wider. The response groove has a white silicone pad that could be replaced with flowable silicone or CNC pads. The C size bearing sits on a bearing seat post surrounded by a deep bearing seat well. Again, I have to pause and appreciate that more and more designers are moving to this bearing seat assembly. A deep well keeps junk off the bearing wall and reduces the possibility that the bearing will get permastuck on the seat.
The finish is superb. One of the ways I can tell a strong anodization from a weak one is to look at the threads in the axle hole. This is the thinnest area of anodization because the finish is already worn down from assembly. Just looking here, the R94 looks to have a nice strong finish that should resist scratching and wear. The finish is also smooth to the touch and feels like a champion grinder. The axle seems to be a bit short. This may be intentional for players that prefer a half spec bearing, but it makes for a slightly awkward assembly.

On a Throw

Have you ever thrown a yo-yo and from throw one, you already know everything you need to know? The R94 is like that. From the first throw, the R94 played floaty and smoothly. It seems to force you to slow down which can be great if you have the habit of playing of muscle memory alone. While I prefer fast and solid throws, I think it is important to have a floaty throw to force you to slow down and discover new elements in your trick combinations. The R94 spins steadily and smoothly. It handles hops and transfers well, and keeps its stability during gyros. I felt that it didn’t handle user mistakes that well. If you make a mistake, you better focus on binding because your spin-time is limited. As long as your not flubbing, the R94 is a stable and smooth throw. It feels a bit heavier than 65 grams but that is likely weight placement.
The strongest and most surprising feature on the R94 was the grind surface. I popped the R94 up in the air, landed it on my finger, and it just seemed to float there like a hummingbird who found a nectar rich flower. A slight turn of the hand and it climbed my arm without any vibration. The inner ring groove was nice and deep, creating a perfect target to land on the thumb nail. The R94 is a wonderful grind yo-yo.

Final Thoughts

I have to hand it to Oke. The R94 is a fantastic yo-yo that hits all the targets on a list of what makes a desirable yo-yo. Oke knocked it out of the park. The R94 is a great yo-yo for anyone looking to perform. It has a very clean float without bloat feeling. If you like a yo-yo with a floaty feel, the R94 should be at the top of your list. At an average price around $100, the R94 is a high end design with a high end playability.

Available at:

Euro-Yo - YoYoRewind

I can’t seem to find any other retailers. If you know any other place the R94 is for sale, please post it in the comments.

Written by Chris “Dr. Yo-Yo” Allen who is patiently waiting for FHM to call him…….

Edited by Dustin “Splugen” Gunter, who thinks this yoyo is Oke-Dokey GROAAAAAAANNNNN BOOOOOOOOOOOO

Artikel SInar Harapan- Senin 24 Januari 2011

Dari Trik Atraktif sampai Asah Motorik


Jakarta – Tentu sudah banyak yang ­mengetahui permainan yoyo.

Maklum, yoyo yang punya sejarah cukup panjang ini telah menjadi permainan merakyat. Variasi trik ­permainan ini pun bermacam-macam.
Secara sederhana, yoyo kerap dimainkan dengan melemparkannya ke bawah dan sesaat kemudian yoyo akan kembali ke tangan. Bisa pula dilempar mendatar atau ke atas, lalu yoyo pun kembali lagi dalam genggaman pemiliknya.
Tetapi sebenarnya bermain yoyo tidak hanya sebatas menghempaskannya ke bawah lalu menariknya kembali ke tangan. Dengan kata lain, yoyo tidak hanya sekadar berputar naik turun dengan bantuan tali saja, melainkan ada segudang trik atraktif yang dapat dilakukan lewat alat yang biasanya berbahan kayu, bambu, plastik atau logam yang memiliki poros tersebut.
Karena daya tarik itulah permainan ini tidak pernah kehilangan penggemar, mulai anak-anak hingga orang dewasa, termasuk di Indonesia. Yoyo, yang dahulu merupakan alat berupa batu bercelah yang diikatkan oleh tali akar untuk digunakan sebagai senjata bagi masyarakat Filipina buat berburu itu, kini menjadi permainan yang digandrungi sebagai sebuah hobi. Sampai-sampai di Tanah Air kini sudah muncul komunitasnya, semisal Klub Yo-Yo Indonesia.
Secara garis besar, setidaknya ada lima trik yang kerap dilakukan dalam permainan yoyo. Pertama, trik string, yakni memainkan yoyo dengan ujung tali terikat pada jari. Lalu melakukan variasi trik sebanyak mungkin pada saat yoyo berputar di ujung tali. Lalu ada pula double looping, trik yang dilakukan dengan cara memainkan dua yoyo looping (yoyo yang talinya mudah menggulung atau yoyo mudah kembali ke ­tangan jika dilempar) yang dipasang pada kedua tangan, kiri dan kanan.
“Untuk double looping, variasi triknya yakni melakukan putaran berkesinambungan di antara kedua yoyo tersebut,” kata Oke Rosgana, salah satu penggiat sekaligus desainer yoyo. Kemudian ada juga trik double string yang metodenya tidak jauh berbeda dengan trik string, hanya saja menggunakan dua yoyo.
Ada pula sebutan trik off string, yakni trik-trik yang ujung talinya tidak terikat pada yoyo. Yoyo terlepas kemudian bermanuver di udara saat dimainkan. “Tetapi yoyo yang terlepas tersebut harus kembali hinggap pada tali yang kita pegang, dan tergulung lagi,” lanjut pria yang sering dijuluki sebagai Bapak Yoyo Indonesia itu.
Terakhir ada trik freehand, yaitu trik yoyo dengan ujung tali yang seharusnya mengikat pada jari, namun diikatkan pada bandul berupa dadu, bola, atau benda apa saja yang beratnya tidak melebihi berat yoyo. Permainannya membuat variasi trik antara yoyo dan bandul bebas terlepas dan bisa berpindah antara tangan satu dengan yang lainnya, bahkan bisa dilempar ke udara.
Pada umumnya, diameter yang digunakan untuk yoyo sekitar 5,5 cm. Ukuran itu tergolong di bawah ukuran (under size). Sementara yoyo yang berdiameter di atas 5,5 cm merupakan yoyo yang biasanya digunakan untuk trik off string. Bentuknya pun bervariasi, dari yoyo yang berbentuk bola hingga yang menyerupai kupu-kupu.
Harga yoyo cukup bervariasi. Bahkan ada yang sampai jutaan rupiah, karena memang kini yoyo memiliki banyak pilihan variasi bahan. Namun pria berusia 35 tahun itu mengatakan, sebenarnya dengan Rp 200.000 hingga Rp 400.000, keinginan seseorang untuk memiliki yoyo yang berkualitas sudah bisa ­terpenuhi. Dengan harga ratusan ribu, seorang penghobi bisa mendapatkan yoyo yang mumpuni jika dikaitkan dengan kualitas ketahanan benturan, keseimbangan, serta putarannya.
Asah Kreativitas
Selain punya daya tarik karena trik-triknya yang beragam dan terus berkembang, uniknya yoyo juga sa­ngat positif bagi perkembangan ­seorang anak dan remaja. Bermain yoyo dipercaya mampu mengasah kemampuan motorik seseorang.
Di samping itu, juga disinyalir ada tiga hal penting yang bermanfaat dalam permainan yoyo, yaitu mengasah kreativitas, menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan, serta sarat dengan teknologi dan berhubungan dengan fisika. “Itu setidaknya sempat disampaikan mantan Menristek, Kusmayanto Kadiman,” kata Oke.
Soal terasahnya kreativitas dalam menekuni hobi yoyo, sebetulnya juga dialami Oke. Maklum, dari hanya sekadar seorang penghobi yang menekuni Yoyo sejak tahun 2000, lambat laun ia kini juga menjadi desainer yoyo yang cukup dikenal di mancanegara. Terbukti Oke sempat dipercaya mendesain beberapa produk yoyo di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan China. Selain itu, kini ia juga mulai meluangkan waktunya untuk mengajarkan yoyo dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. (cr-16)