Rabu, 28 Oktober 2009

anugerah MASTER Yo-Yo

Saat penyerahan oleh WaBup Ojang Sohandi,Piagam penghargaan yang ditulis tangan langsung oleh Bupati Subang Eep Hidayat, Master Yo-Yo Internasional.
dalam Rangka hari Sumpah Pemuda ke 81
yang dilaksanakan pada tanggal 28 oktober 2009

BUPATI Subang, mewakili pemerintah Kabupaten subang memberikan penghargaan kepadaku atas apa yang aku kerjakan bersama Yo-Yo selama ini.
Berita penyerahan di Koran seputar indonesia hari berikutnya tgl 29 Oktober 2009
penghargaan di tulis dalam piagam yang langsung ditulis oleh Bupati sendiri
dan aku di berikan gelar oleh kabupaten subang yaitu: MASTER Yo-Yo INTERNASIONAL
waaahhh besar tanggung jawabku selanjutnya...

Sabtu, 24 Oktober 2009

Iman dan Syafir

aku, Syafir dan Iman pertemuan di Trans TV 23 Oktober 2009


Mereka adalah kakak kelas sejak SD hingga SMA
menginspirasi ku untuk menjalani hidup hingga kini.

gak sengaja ketemu di studio I Trans TV...
mereka membawa team Perkusi dari benda-benda bekas...
membuat ku ingin juga membuka team yang sama di SMANSA
dan mengundang mereka untuk memberikan WORK SHOP

Sukses terus buat kalian

SMANSA Yo-Yo @ Gong SHow

SMANSA Yo-Yo @ Gong SHow

Kali ini SMANSA Yo-Yo Club mendapat undangan untuk mengisi acara di Gong Show, pihak talent Trans TV meminta 2 orang yo-yoers dari Smansa… pilihanku jatuh kepada kawan dari kelas XI, Rizky dan Turangga, namun Turangga belum terlalu siap untuk penampilan di TV kali ini dan Syamsul dari kelas XII menggantikannya.. Keberangkatan kami di deukung penuh oleh pihak sekolah… setelah berbincang dengan Ibu Kepala Sekolah SMANSA, lalu kami berbicara Teknis dengan Wakil KepSek bidang kesiswaan… dan SMANSA mensponsori kami penuh keberangkatan kami ini.

Shooting dilakukan di studio I Trans TV, di Mampang Jakarta, hari Jum’at yang sedikit melelahkan, karena sejak pagi kami bersiap dan diharapkan sampai di studio pukul 11 siang, agar kami bias sembahyang Jum’at disana. Tepat menjelang Adzan Dzuhur kami sampai dan melakukan sembahyang Jum’at di belakang kantor Trans TV….

Shoting yang rencananya akan dilakukan mulai pukul 19.00 akhirnya baru dimulai pukul 21.00 dan kami mengisi acara bersama Indo beatBox yang pengambilan gambarnya dimuali pada pukul 24.00 syamsul sempet tertidur dan kami memang sudah lelah…

ditayangkan tanggal 2November 2009

Menyisakan pengalaman yang berharga bagi Team SMANSA Yo-Yo…

20 Oktober 2009



PERAYAAN KECIL

Selasa 20 Oktober 2009

Siang ini aku agak terlambat dating ke SMA1 Subang untuk berlatih Yo-Yo, karena sedikit lelah yang kurasa…

Aku sedikit senang, karena temen-temen Yo-Yo berkumpul sangat banyak siang itu, bahkan beberapa temen dari kelas tiga atau kelas XII yang biasanya gak hadir… siang itu hadir… Beberapa saat aku mengobrol bersama mereka tentang kegiatan yang akan kami laksanakan perihal pelantikan temen-temen baru dari kelas X. beberapa orang minta izin untuk kebelakang untuk sholat Dzuhur… dan aku memulai dengan trik baru yang aku temui bersama teman-teman yang tersisa disitu…

Tiba-tiba, segerombolan teman yang menhilang tadi berjajar dan salah seorang teman kami Dwi, memegang kue cokelat mungil berlilin, semua disitu menyanyikan lagu Happy Birthday toyou… aku kaget, malu, ragu, dan terharuuuu

Sungguh aku berterima kasih sama kawan-kawan Yo-Yo SMANSA, sudah bertahun-tahun aku tak lagi diperlakukan seperti ini…

Terima kasih yaa… kenangan di 34 Tahun ini merupakan sejarah buat ku, dimana kalian menjadi salah satu bagian didalamnya…

Maju Terus Yo-Yo SMANSA dan Yo-Yo Indonesia!!!

Rabu, 21 Oktober 2009

My Comic got the Review

Thanks to Karaoke Fun Boy

Tuesday, October 20, 2009

APE '09: The Magic Yo-Yo

The Magic Yo-Yo by Oke Rosgana

I was beckoned to Doctor Popular’s booth at the Alternative Press Expo by his quarter-sheet silk screenings of a Pac-Man headed Ghostbuster. Yes, Doc Popular had managed to combine two of my favorite things from childhood, and he was happily giving it away with the purchase of a comic from his table. For the little print alone, I had to take him up on it.


My eyes were drawn to The Magic Yo-Yo, starring Doc Pop but lovingly drawn by fellow artist and yo-yo enthusiast Oke Rosgana. As a 24-hour comic (if you haven’t heard of Scott McCloud’s 24-hour comics challenge, check it out here), this little comic is impressive, and the story is linear and charming. Basically, The Magic Yo-Yo is Doctor Popular’s ethereal origin as a yo-yo master and how he uses his skills to better the world around him. If Sam Raimi has decided to give Peter Parker a yo-yo instead of organic webshooters, this comic is what the first 20 minutes of the Spider-man movie would’ve looked like.

Unfortunately, as with most 24-hour comics, some panels are better drawn than others, but the passion is apparent on every page, and the lines are bold enough to reproduce clearly -- a challenge for every independent comics artist, especially if they’re hurriedly using the copy machine at work or something. The pivotal panels really pop off the page, propelling the story like any good yo-yo trick, and most importantly Doctor Popular’s caricature is consistent, keeping the whole issue visually grounded. In the best way possible, Rosgana proves that anyone and everyone should consider the 24-hour challenge. He makes it look like a blast!


Finally, my brief conversation with Doctor Popular (who was kind enough to sketch a karaoke-singin’ Pac-Man for me) revealed that he and Rosgana have actually never met! I only wish I had a friend that cared so much that he’d draw a comic book about me, for one whole day on the other side of the planet, to boot, but perhaps their mutual love of comics and yo-yos transcends geography. Around the world, indeed.

1 comments:

Doc Pop said...

I'm so happy that you took the time to review my friends comic. When he first started asking about 24hr comic book day I practically begged him to do it, but I never expected it to be a yo-yo story or anything like that.
I'm sure Rosgana is going to be happy to know how many people dug the end result.

Senin, 19 Oktober 2009

KOMIK ku di Amerika

24 hours Komik ku sudah di terbitkan secara sederhana di amerika
DocPOP seorang teman yang juga pemain yo-yo mencetaknya dan menjualnya di sana...
pagi ini dia mengabariku kalau Komik ku ada yang beli dan mereka menyukainya...

berikut petikan DOCPOP di situs flickr nya:

DOCPOP:
The Magic Yo-Yo (orange book, second from the left) is a brand new 24 hour comic book from my friend Oke Rosgana. Even though he lives in Indonesia, we considered his one man 24hr comic day event as a sister event to ours in SF. The end result is a charming story of how a bespectacled handsome young man became a yo-yoing superhero.
You can read the whole thing online here.


============================================================

photo by Scott Beale / Laughing Squid

This photo is licensed under a Creative Commons license. If you use this photo within the terms of the license or make special arrangements to use the photo, please list the photo credit as "Scott Beale / Laughing Squid" and link the credit to laughingsquid.com.

Minggu, 18 Oktober 2009

KORAN SEPUTAR INDONESIA



sunday morning
October 18th 2009
Pagi ini tiba2 di kejutkan oleh beberapa SMS yang masuk ke HP ku,
saat aku dalam persiapan show pada Ulang tahun TIGER club Subang yang ke 3 di Halaman Wisma Karya Subang.
hari itu aku memenuhi Undangan KADISBUDPARPORA yang baru... beliau memintaku untuk mengisi acara dengan Yo-Yo.

Aku tampil bersama Arief... sepupuku...

SMS dari beberapa temen2ku yang ,engabari kalau wawancaraku terbit di surat kabar SINDO pagi itu...

wow Full of page of news...
Bapak Kamal sebagai Kepala Dinas lamaku memberikan komentarnya, juga beberapa temen dan Kang Agus sebagai anggota DPRD Subang...

Rosgana

Rabu, 14 Oktober 2009

INTERVIEW

saat bertanding di ASIA PACIFIC Yo-Yo Contest di Genting High Land Malaysia

1. Apa yang membuat anda terinspirasi terjun dan menggeluti permainan tradisional Yo-yo?
sekitar akhir tahun 1999. Saya tertarik bermain Yo-yo setelah melihat aksi Juara nasional Amerika Yohans van Dan Elzen dan Kate Miller dari Amerika yang memperagakan kebolehannya bermain yo-yo di sebuah mall di Bandung. Dari situlah, saya kemudian mencari informasi seputar Yo-Yo termasuk trik permainannya di internet.
lalu saya menjawab tantangan Yo-Hans, yang akan menghadiahi Yo-Yo Cold Fusion GT seharga Rp1 juta. Pada saat itu, saya berhasil menyingkirkan 24 peserta lomba lainnya dan menggondol Yo-Yo idaman saya itu.


2. Dari permainan Yo-Yo Anda sudah keliling ke beberapa Negara. Negara mana saja yang pertama kali anda singgahi dan dalam event apa?
saya baru mengeliling ke 3 negara saja, Malaysia, Singapore dan SUdan Afrika, Malaysia adalah Negara pertama yang disinggahi, tepatnyapada bulan Desember tahun 2005. Kedatangan saya saat itu, untuk mengikuti lomba Yo-Yo tingkat Asia Pacific dan saya merupakan satu-satunya peserta yang mewakili Indonesia saat itu. Tahun berikutnya saya diundang lagi ke kejuaraan tersebut, namun saat itu saya diundang untuk menjadi Juri hingga saat ini. Termasuk di Singapura. Hal yang menarik adalah undangan ke Sudan Afrika, berkunjung ke negara Timur tengah yang di sebut dengan The Heart of Africa ini belum pernah saya bayangkan sebelumnya, disini saya di undang oleh sebuah perusahaan susu yang diproduksi Sudan, saya di wawancara di TV, Radio dan surat kabar disana, saya juga berkeliling mengelilingi daerah2 di sekitar Sudan. Di Negeri ini saya mengajak anak-anak dan remaja untuk belajar permainan kreatif yo-yo dan pola hidup sehat dengan minum susu setiap hari.
Acara ini berlangsung setiap tahun, dan terakhir berkunjung kesana pada bulan januari tahun 2008. Sudan menjadi bagian kehidupan saya, setiap tempatnya memberikan kean dan memori istimewa bagi saya.

3. Anda baru satu kali mengikuti lomba tingkat Asia. Setelah itu Anda langsung dijuluki The Yo-Yo Hero From Indonesia, dari sini Anda juga mengunjungi beberapa Negara atas permintaan mereka. Bisa anda ceritakan?
saat itu karena saya menjadi satu-satunya peserta dari indonesia, dan saya tidak hanya bertanding saat itu, tetapi memperkenalkan budaya Indonesia dengan memakai pakaian adat Sunda saat bertanding... selain itu, para pemain di dunia sudah mengenali saya lewat dunia Maya sebagai desainer dan seniman yo-yo dari Indonesia.
lalu Rafael Matsunaga seorang master Yo-Yo dari Brazil menulis artikel tentang saya pada magalog Infinite illusion yang di terbitkan di Amerika, dan menyebut saya sebagai Yo-Yo Hero from indonesia.

4. Selain sebagai pemain, anda juga dikenal sebagai designer Yo-Yo. Berapa banyak karya design anda dan kemana saja pemasarannya?
Sudah berpuluh-puluh desain saya yang dipakai di luar negeri... beberapa diantaranya berupa lukisan diatas kertas dan lukisan pada yo-Yo. paling banyak pemesannya dari Amerika, namun secara berkala saya mengirimkan ke Inggris, South Africa, Singapura, Jepang dan Australia.
terlebih-lebih ketika saya menjuarai kejuaraan Desain yang diadakan oleh Produsen Yo-Yo tertua DUNCAN di Amerika, tawaran untuk mendesain semakin banyak.
Desain yang membuat saya bangga salah satunya adalah Desain Yo-Yo Batik, dibuat oleh Tom Kuhn Yo-Yo, produsen Yo-Yo terkemuka di USA, Yo-Yo Batik akan dijadikan hadiah atau penghargaan bagi para pemain Yo-Yo yang berpengaruh sepanjang zaman.


5. Pekerjaan utama Anda adalah sebagai PNS di Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga Subang. Kontribusi apa yang anda berikan untuk Subang melalui yo-yo di event internasional?
Bagi saya Yo-Yo merupakan sebuah media, dan sebagaian orang sudah mengidentikkan saya dengan mainan tertua kedua di dunia ini... sebagai bagian dari keluarga besar DISBUDPARPORA, tentunya hal ini sangat berkaitan... dengan undangan keluar negeri, hal ini dijadikan media promosi dan untuk mengangkat citra positif Indonesia lewat budaya yang saya tampilkan melalui Yo-Yo. Pada saat saya ke Sudan misalnya, saya membagikan CD pariwisata subang kepada perusahaan di sudan dan membuat mereka jatuh cinta akan kota Subang, dengan keadaan pegunungan asri yang tidak pernah mereka temui disana. Selain itu saya juga menampilkan budaya Indonesia dengan bermain Yo-Yo diiringi musik jaipongan, dengan gerakan2 Jaipongan dan baju adat Sunda. Disebelah lengan kiri dipasangi bendera Indonesia,yang diberikan oleh seorang Tentara Indunesia yang bertugas untuk UN disana. Saat itu Badge tersebut dipasang langsung oleh Duta Besar Indonesia.
Oleh sebab itu pula saya di berikan penghargaan oleh KBRI di Khartoum - Sudan karena telah mengankat Citra positif Indonesia.

pada Tahun 2008 lalu, saat peringatan sumpah pemuda, saya masuk kedalan Buku Catatan Emas yang di terbitkan menpora. sebagai salah seorang dari 30 pemuda Indonesia yang mengukir sejarah....

6. Anda di kenal sebagai Bapak Yo-Yo Indonesia. Tapi masih sangat sedikit remaja yang menggandrungi permainan ini. Apa yang anda lakukan sebagai upaya regenerasi sehingga Yo-Yo tetap terlestari?
Nilai positif yang saya dapat dari bermain yo-yo ingin saya tularkan, bukan hanya belajar Trik yo-yo yang menurut sebagian orang menjelimet, tapi ada nilai2 dan manfaat lain dari permainan ini, yang ingin saya sebarkan, misalnya bisa mengangkat budaya Indonesia di Dunia Internasional lewt yo-yo. salah satu cara mesosialisasikannya, sejaktahun 2005 saya membuat Klub Yo-Yo Indonesia yang berbasis di Jakarta, dan ini diikuti oleh beberapa klub di daerah termasuk Subang, Palembang, Jogja, surabaya, Makassar, Malang dan Bali.
Di Subang saya membuka Eskul Yo-Yo di SMA 1 Subang, tempat dimana dulu saya pernah sekolah disana. Alhamdulillah, mendapat dukungan yang sangat positif dari pihak sekolah.

7. Permainan Yo-yo diidentikan dengan permainan orang kampung dan dimainkan oleh anak-anak. Sebenarnya apa yang menarik dari permainan Yo-yo itu? Dan manfaat positif apa yang bias diambil dari permainan Yo-Yo?
Yo-Yo merupakan mainan yang bukan hanya memerlukan kekuatan tenaga (power) tetapi memerlukan rasa (sense), ada 3 buah point dalam permainan yo-yo yang menurut saya positif:
a. meningkatkan kreatifitas, dengan menciptakan inovasi baru.
b.menajamkan motorik dan rasa, menkorelasikan antara otak kiri dan kanan.
c. memiliki efek relaksasi saat bermain, jadi bermain yo-yo itu bisa digunakan untuk menenangkan dan menghilangkan stress

8. Sejumlah prestasi dunia sudah anda kantongi. Bahkan predikat Bapak Yo-Yo Indonesia sudah melekat di pundak ini. Lalu impian apa yang belum anda capai?
saya ingin sekali membuat pabrik Yo-Yo di Indonesia dengan kualitas Internasional.
saat ini saya membuat desain yo-yo saya sendiri dengan nama RozzoR, dan pabriknya masih di Australia, saya mempunyai teman sesama pemain Yo-Yo disana yang memiliki pabrik mainan anak-anak yang biasa menyuplai produknya ke Eropa dan Amerika.

Lalu cita-cita saya yang lain, diharapkan kelak yo-yo bisa masuk kedalam salah satu cabang olah raga di PON atau di Olimpiade.

Sabtu, 10 Oktober 2009

MANISAN KENCUR


nemu sebungkus manisan di meja
ternyata dibawa sama sodara dari Malang
eh unik juga manisan kencur....
gak biasa di fikiran ku, tapi lidahku langsung menyukainya
hangat dan wangi kencur, seperti kita makan Pecel :)
ingin rasa lain.. seperti jahe dan Kunyit, pasti bagus juga buat menjaga kondisi tubuh dan masuk angin...

Jumat, 09 Oktober 2009

New RozzoR


seperti yang aku tulis pada posting sebelumnya
RozzoR 1 dan RozzoR2 sudah berada di genggamanku
Body nya benar2 halus dan memungkinkan untuk trick Grinds luar biasa...

rozzor 2 memiliki dudukan untuk hubstack, yaitu niple nya lebih panjang, untuk dipasangi bearing..
warnanya lebih terang dengan perpaduan antara orange dan pink muda...

Love it very Much
Thanks Werrd!!!

24 hour COMIC


24 Hour Comic

Baru pertama kalinya aku mengerjakan komik dalam waktu 24 jam
keikut sertaanku karena seorang temanku bernama Doc Pop yang mengajakku untuk turut serta pada 24 comic day di san francisco pada tanggal 3 oktober 2009, yang akan serempak dilaksanakan di beberapa tempat di Amerika, maupun beberapa negara lain termasuk Brazil dan
perancis.

aku mengerjakan lebih awal dari tanggal 3 oktober karena tanggal 3 dan 4 oktober ada acara lain, maka aku mengerjakannya pada tanggal 28 September dimulai pada pukul 21.30 dan diakhiri pada tanggal 29 september pada waktu yang sama 21.30.

ide yang aku pikirkan saat memulai adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan entang yo-yo.
pengerjaan komik ini aku lakukan dirumah temanku, Shevia Firmansyah,agar aku bisa lebih khusyu melaksanakannya... setelah mendapat Izin dari istri aku langsung bergegas dan memulainya... saat mengerjakan Komik ini, aku sempat tertidur setelah sehari tak tidur,
sekitar 5 jam menjelang batas akhir. Bersyukur pengerjaannya tepat waktu, meski hasil yang didapat tidak konstan dan terkesan agak liar... setidaknya aku bisa melawan semua rintangan yang ada saat mengerjakan komik selama 24 jam.

DAAI TV - JAKARTA



DAAI TV
setelah setahun lebih diliput di DAAI TV, sebuah Tv lokal jakarta yang berkantor pusat di Taiwan, pada hari Senin 5 oktober 2009, mereka datang lagi ke subang untuk meliput profil singkatku, selain itu, mereka juga meliput kegiatan Mojang Jajaka subang yang sedang berlangsung di sari ater subang...
Mbak AFRIN script writer dan Mas TOMY sebagai kameraman

Logo Bank


sebuah lomba membuat Logo Bank syariah yang akan didirikan di kabupaten subang alhamdulillah
aku menangkan lagi... Logo yang diambil adalah logo yang aku buat pada mnenit2 terakhir sebelum aku mengirimkan hasil karya...
Pada kesempatan ini diikuti oleh 5 orang peserta, aku sendiri mengirimkan beberapa desainku, alhamdulillah akhirnya para juri memilih hasil desainku untuk dipasang sebagai logo BPR Syariah Gotong Royong.

UNTUNG ADA BUDI

UNTUNG ada BUDI
pada tanggal 15 september 2009, beberapa hari lagi menjelang Idul Fitri, aku diundang AN TV untuk liputan Untung ada Budi, tema yang diangkat kali ini adalah tentang artis daerah yang pindah ke jakarta untuk memajukan karirnya... Tema ini diangkat sehubungan dengan hari penayanggannya pada tanggal 26 September, dimana saat itu para pemudik membawa beberapa saudara dan rekannya untuk mengadu nasib di ibu kota. pada kesempatan itu yang hadir adalah, artis muda dan sexy Yeyen, Cagur, Mamiek srimulat dan saya sendiri tampil di segmen ke lima membawakan sebuah atraksi yo-yo.